Mutiara-Mutiara Jihad

بسم الله الرحمن الرحيم
Mutiara-Mutiara Jihad

Ditulis oleh:
 Abu ‘Ubaid Fahdl bin Muhammad Arsyad Thalib -semoga Alloh menjaganya-
 Mangkutana, Jumat 27 Muharrom 1433H

Segala puji bagi Alloh yang menciptakan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di dalamnya dan di antaranya , untuk melihat siapakah diantara manusia yang paling baik amalannya. Salawat dan salam kepada baginda Nabi kita Muhammad bin ‘Abdillah yang bersabda : seorang hamba diuji sesuai kadar agamanya. Dan juga bersabda : ujian akan terus menerus bagi setiap mu’min dan mu’minah pada dirinya , keluarganya ,dan hartanya.

Saudara seiman ! –semoga Alloh memuliakan kta semua- ketahuilah bahwa ujian adalah suatu perkara yang mesti dialami oleh siapa saja , tinggi atau rendah kedudukannya , mulia atau hina , pria atau wanita , besar ataukah kecil , pada dirinya , kelurganya , dan juga hartanya sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam-. Kadang kalanya ujian dan cobaan tersebut satu persatu menghampirinya , dan kadang kalanya secara bersamaan Alloh berfirman :

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ
أُولَـئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَـئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu , dengan sedikit ketakutan , kelaparan , kekurangan harta , jiwa dan buah-buahan . dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar . (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah , mereka mengucapkan : “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. mereka Itulah yang mendapat salawat dan rahmat dari Robb mereka dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.(Al-Baqoroh 155-157)

dan seberat-berat ujian adalah apabila berkaitan dengan agama , berupa jihad dijalan Alloh yang mengumpulkan segala bentuk ujian dan cobaan , dan tidak ada yang mampu manjalankannya kecuali seorang yang bersabar menunggu janji Alloh yang pasti dan mengutamakan kehidupan kekal lagi abadi dari kehidupan hina lagi fana . Alloh berfirman:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu , Padahal ia Amat baik bagimu , dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu , Padahal ia Amat buruk bagimu , Allah mengetahui , sedang kamu tidak mengetahui .(Al-Baqoroh 216)

Tentunya Alloh tidaklah mensyariatkan suatu perkara kecuali dibalik perkara tersebut terdapat hikmah yang agung nan mulia tidaklah sia-sia walaupun hamba merasa berat .

قُلْ فَلِلّهِ الْحُجَّةُ الْبَالِغَةُ فَلَوْ شَاء لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَ

Katakanlah: “Allah mempunyai hujjah yang jelas lagi kuat , Maka jika Dia menghendaki , pasti Dia memberi petunjuk kepada kamu semuanya”.(Al-An-‘am 149)

لِلَّهِ الْأَمْرُ مِن قَبْلُ وَمِن بَعْدُ وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ

bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah , dan di hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman (Ar-Ruum 4)

Berikut beberapa mutiara hikmah yang jelas , terkandung dalam jihad berdasarkan Al-qur an dan Sunnah sebagai pelajaran bagi siapa yang mengambil pelajaran , dan petunjuk bagi yang mencarinya –insya Alloh-:

1) sebagai pensucian orang-orang yang beriman dari penyakit-penyakit hati dan dosa

Alloh berfirman :

وَلِيُمَحِّصَ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ

dan agar Alloh membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir.(Ali ‘Imron 141)

Berkata Al-Imam Ibnu Kastiir –rohimahulloh- dalam tafsirnya :

أي: يكفر عنهم من ذنوبهم، إن كان لهم ذنوب وإلا رُفعَ لهم في درجاتهم بحسب ما أصيبوا به، وقوله: { وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ } أي: فإنهم إذا ظفروا بَغَوا وبَطروا فيكون ذلك سَبَبَ دمارهم وهلاكهم ومَحْقهم وفنائهم.

Yaitu menggugurkan dosa-dosa mereka apabila mereka memiliki dosa , kalau-lah tidak diangkat derajat-derajat mereka sesuai apa yang menimpa mereka .

Dan firman-Nya : dan membinasakan orang-orang yang kafir.

Yaitu : apabila mereka menang maka mereka akan bebuat sewenang-wenag dan sombong sehingga hal ini-lah sebagai sebab kehancuran , kebinasaan dan kemusnahan mereka.

Bekata Al-Imam IbnulQoyyim –rohimahulloh- :

أن الله سبحانه إذا أراد أن يهلك أعداءه ويمحقهم، قيض لهم الأسباب التي يستوجبون بها هلاكهم ومحقهم، ومن أعظمها بعد كفرهم بغيهم، وطغيانهم، ومبالغتهم في أذي أوليائه، ومحاربتهم، وقتالهم، والتسلط عليهم، فيتمحص بذلك أولياؤه من ذنوبهم وعيوبهم، ويزداد بذلك أعداؤه من أسباب محقهم وهلاكهم

Sesungguhnya Alloh subhanahu apabila hendak membinasakan dan memusnahkan musuh-musuhnya , Alloh menjadikan sebab-sebabnya yang mengharuskan kebinasaan dan kehancuran mereka , dan hal terbesar setelah kekufuran mereka adalah kezaliman , kelaliman dan kerasnya gangguan mereka terhadap wali-wali-Nya , perlawanan , peperangan dan menakkan mereka , maka wali-wali-Nya dengan hal tersebut disucikan dari dosa dan kejelekan mereka , dan tertambah bagi musuh-musuh-Nya sebab-sebab kehancuran dan kebinasaan . (Zaadul-Ma’ad 3/199 terbitan muassasaturrisaalah)

Dari hadist Abu Qotadah –rodhiyallohu ‘anhu- berkata bahwa Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- berdiri diantara mereka dan berkata kepada mereka :

« أَنَّ الْجِهَادَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالإِيمَانَ بِاللَّهِ أَفْضَلُ الأَعْمَالِ ». فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ قُتِلْتُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ تُكَفَّرُ عَنِّى خَطَايَاىَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « نَعَمْ إِنْ قُتِلْتَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَأَنْتَ صَابِرٌ مُحْتَسِبٌ مُقْبِلٌ غَيْرُ مُدْبِرٍ ». ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « كَيْفَ قُلْتَ ». قَالَ أَرَأَيْتَ إِنْ قُتِلْتُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ أَتُكَفَّرُ عَنِّى خَطَايَاىَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « نَعَمْ وَأَنْتَ صَابِرٌ مُحْتَسِبٌ مُقْبِلٌ غَيْرُ مُدْبِرٍ إِلاَّ الدَّيْنَ فَإِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَالَ لِى ذَلِكَ ».

Sesungguhnya jihad di jalan Alloh dan iman kepada Alloh adalah semulia-mulia amalan .
 Berdiri seorang laki-laki dan berkata : wahai Rosululloh , bagaimana pendapat-mu apabila saya terbunuh di jalan Alloh , akankah digugurkan dosa-dosa dari-ku?
 Maka Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- berkata kepadanya : Ia . Apabila engkau terbunuh di jalan Alloh sedangkan engkau bersabar , mengharapkan balasan(pahala) maju dan tidak mundur(lari).
 Kemudian Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- : apa yang engkau ucapkan tadi ?
 Lelaki itu menjawab : bagaimana pendapat-mu apabila saya terbunuh di jalan Alloh , akankah digugurkan dosa-dosa dari-ku?
 Maka Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- berkata kepadanya : Ia . Apabila engkau terbunuh dalam jalan Alloh sedangkan engkau bersabar , mengharapkan balasan(pahala) maju dan tidak mundur(lari). Kecuali utang karena Jibril mengatakan hal tersebut kepadaku. (HR. Muslim )

2) Membedakan antara yang jujur dan yang dusta dalam mencari dan menjalankan agama Alloh

Betapa sering kita melihat dan mendengar oang-orang yang mengatakan jihad… jihad … !!! mengajak untuk berjihad dan mendulang kemuliaan-nya dengan tulisan atau lisan akan tetapi pada saat jihad yang syar’I dan jelas seperti yang sekarang tegak di Dammaj , manakah mereka !?? mereka meninggalkan jihad diwaktu berjihad !!! baik dengan jiwa harta ataupun dengan lisan seperti mendoakan mereka !!!

Alloh berfirman:

وَلَقَدْ كُنتُمْ تَمَنَّوْنَ الْمَوْتَ مِن قَبْلِ أَن تَلْقَوْهُ فَقَدْ رَأَيْتُمُوهُ وَأَنتُمْ تَنظُرُونَ

Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.(Ali ‘Imron 143)

Hal ini seperti yang dilakukan oleh Bani Israil ketika diajak untuk berjihad dan mereka tidaklah menjalankannya[1] seperti dalam firman-nya :

يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الأَرْضَ المُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللّهُ لَكُمْ وَلاَ تَرْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِكُمْ فَتَنقَلِبُوا خَاسِرِينَ
قَالُوا يَا مُوسَى إِنَّ فِيهَا قَوْماً جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا حَتَّىَ يَخْرُجُواْ مِنْهَا فَإِن يَخْرُجُواْ مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Alloh bagimu dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), Maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. mereka berkata: “Hai Musa, Sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, Sesungguhnya Kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. jika mereka ke luar daripadanya, pasti Kami akan memasukinya”.(Al-Maaidah 21-22)

Mereka juga berkata :

قَالُواْ يَا مُوسَى إِنَّا لَن نَّدْخُلَهَا أَبَداً مَّا دَامُواْ فِيهَا فَاذْهَبْ أَنتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

mereka berkata: “wahai Musa, Kami sekali sekali tidak akan memasuki nya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu Pergilah kamu bersama Robb-mu , dan berperanglah kamu berdua, Sesungguhnya Kami hanya duduk menanti disini saja”.( Al-Maaidah 24)

3) Membedakan antara mu’min dan munafiq

Alloh berfirman :

هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالاً شَدِيداً
وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُوراً
. وَإِذْ قَالَت طَّائِفَةٌ مِّنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِّنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ إِن يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَاراً
وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِم مِّنْ أَقْطَارِهَا ثُمَّ سُئِلُوا الْفِتْنَةَ لَآتَوْهَا وَمَا تَلَبَّثُوا بِهَا إِلَّا يَسِيراً
. وَلَقَدْ كَانُوا عَاهَدُوا اللَّهَ مِن قَبْلُ لَا يُوَلُّونَ الْأَدْبَارَ وَكَانَ عَهْدُ اللَّهِ مَسْؤُولاً

Disitulah diuji orang-orang mu’min dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. Dan ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata :”Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada Kami melainkan tipu daya”. Dan ketika segolongan di antara mereka berkata: “Hai penduduk Yatsrib (Madinah) , tidak ada tempat bagimu , Maka Kembalilah kamu”. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata : “Sesungguhnya rumah-rumah Kami terbuka (tidak ada penjaga)”. dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka , mereka tidak lain hanya hendak lari. kalau diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad , niscaya mereka mengerjakannya , dan mereka tiada akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat . Dan Sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: “Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)”. dan adalah Perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya.(Al-Ahzaab 11-15)

وَمَا أَصَابَكُمْ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ فَبِإِذْنِ اللّهِ وَلِيَعْلَمَ الْمُؤْمِنِينَ
وَلْيَعْلَمَ الَّذِينَ نَافَقُواْ وَقِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ قَاتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَوِ ادْفَعُواْ قَالُواْ لَوْ نَعْلَمُ قِتَالاً لاَّتَّبَعْنَاكُمْ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلإِيمَانِ يَقُولُونَ بِأَفْوَاهِهِم مَّا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ وَاللّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُونَ

dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, Maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Alloh, dan agar Alloh mengetahui siapa orang-orang yang beriman. dan supaya Alloh mengetahui siapa orang-orang yang munafik. dikatakan kepada mereka : “Marilah berperang di jalan Alloh atau pertahankanlah (dirimu)”. mereka berkata: “Sekiranya Kami mengetahui akan terjadi peperangan , tentulah Kami mengikuti kamu pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. dan Alloh lebih mengetahui dalam hatinya. dan Alloh lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.(Ali ‘Imron 166-167)

Dan sungguh benar apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini , dengan adanya JIHAAD di Dammaj Alloh menampakkan kepada kita semua kebaikan yang luar biasa diantaranya , dengan tampaknya mereka para pembela sunnah dan Ahlussunnah  yang sebenarnya dan yang hanya sekedar pengakuan , dalil-dalil dari Al-Qur an dan sunnah telah mengharuskan kita untuk terjun dan menolong saudara kita yang terzalimi , fatwa-fatwa ulama juga demikian[2] , maka Ahlussunnah yang sejati-lah yang mampu menjalankannya.

Dan dari perkara yang sangat mengherankan ! mereka yang mengatakan disana (Dammaj ) hanya memperebutkan gunung ! (bukan jihad)

Ketahuilah masih banyak gunung yang jauh lebih indah , besar , dan kokoh dibandingkan Barroqoh!!! Gunung Barroqoh terpenuhi dengan rumah-rumah santri yang rapuh , “jelek” dan tidak teratur , penuh dengan kesederhanaan .

Apakah mereka hendak memperebutkan  perkara tersebut kemudian mengorbankan jiwa mereka? Kalaulah dunia yang mereka inginkan maka kota-kota , yang penuh dengan kemegahan-lah yang mereka fokuskan!!!?

Akan tetapi mereka menggempur Barroqoh karena disanalah pertahanan Ahlussunnah di Dammaj dan dunia ,  Agama Alloh. Camkanlah ini ! kalau mereka takluk maka tentu-nya jiwa , harta ratusan bahkan ribuan orang terancam!! Demikian juga da’wah sunnah yang kokoh disertai dengan pengamalan !!

Dan sungguh benar yang dikatakan oleh Al-Imam Ibnulqoyyim -rohimahulloh- :

Kemudian Alloh menberitakan hikmah takdir ini (adanya jihad , kemenangan dan kekalahan) yaitu agar diketahui orang-orang yang beriman dari orang-orang yang munafik pengetahuan yang nyata dan jelas yang terbedakan dalamnya antara kedua golongan dengan jelas . Dan dari hikmah takdir ini adalah berbicaranya orang-orang munafikin dengan (mengungkap) apa yang ada pada diri-diri mereka , didengarkan oleh orang-orang yang beriman dan mereka telah mendengarkan bantahan dan jawaban Alloh kepada mereka , mereka mengetahui kemunfikan dan akibatnya dan bagaimana diharamkan baginya kebahagiaan dunia dan akhirat , dan kembali kepadanya rusaknya (kehidupan) dunia dan akhirat. Maka demi Alloh betapa banyak hikmah yang mendalam yang terkandung dalam kisah ini , kenikmatan bagi kaum mu’minin yang tercurahkan , dan betapa banyak peringatan dan ancaman , wejanan dan himbauan serta pengetahuan tentang sebab-sebab kebaikan dan keburukan yang terkandung dalamnya dan juga akibatnya. (Zaadulma’ad 214-215)

4) Membedakan antara orang yang ridho , bersabar dan bersyukur dengan yang murka, dan inkar

Alloh berfirman :

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللّهُ الَّذِينَ جَاهَدُواْ مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum nyata bagi Alloh orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.(Ali ‘Imron 142)

Juga berfirman :

وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُواْ لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَمَا ضَعُفُواْ وَمَا اسْتَكَانُواْ وَاللّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

dan betapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa . mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Alloh, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Alloh menyukai orang-orang yang sabar. (Ali ‘Imron 146)

5) Membedakan antara pencari kehidupan yang kekal dan abadi dan yang mencari kehidupan hina lagi sirna dan cenderung kepadanya.

Alloh Azza wa Jalla berfirman dalam kitab yang mulia :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انفِرُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأَرْضِ أَرَضِيتُم بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ

Wahai orang-orang yang beriman, Apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Alloh” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit. (At-Taubah 38)

Alloh berfirman :

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّواْ أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً وَقَالُواْ رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلا أَخَّرْتَنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ قُلْ مَتَاعُ الدَّنْيَا قَلِيلٌ وَالآخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقَى وَلاَ تُظْلَمُونَ فَتِيلاً

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka”Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat!” setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Alloh , atau lebih sangat takutnya . mereka berkata: “Ya Robb Kami , mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada Kami sampai kepada beberapa waktu lagi  ?” Katakanlah : “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa, dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun (An-Nisaa’ 77)

Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam – bersabda :

« جَاهِدُوا الْمُشْرِكِينَ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَأَلْسِنَتِكُمْ ».

Perangilah kaum musyrikin dengan harta-harta , jiwa-jiwa dan lisan-lisan kamu

Alloh berfirman :

قُل لَّن يَنفَعَكُمُ الْفِرَارُ إِن فَرَرْتُم مِّنَ الْمَوْتِ أَوِ الْقَتْلِ وَإِذاً لَّا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلاً

Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu  , jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan  , dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan menikmati kesenangan kecuali sebentar saja”.(Al-Ahzaab 16)

6) Rujuk dan kembali kepada Alloh serta tawakkal

Alloh Azza wa Jalla berfirman :

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

orang-orang (yang mentaati Alloh dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, Maka Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Alloh menjadi penolong Kami dan Alloh adalah Sebaik-baik Pelindung”. (Ali ‘Imron 173)

Alloh berfirman :

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَاناً وَتَسْلِيماً

dan tatkala orang-orang mu’min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : “Inilah yang dijanjikan Alloh dan Rasul-Nya kepada kita”. dan benarlah Alloh dan Rasul-Nya. dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.(Al-Ahzaab 22)

Inilah keadaan orang-orang yang beriman , bertaqwa lagi bertawakkal kepada Alloh , berbeda halnya dengan mereka para pendiri yayasan !! belum-belum mereka sudah takut kemudian mengandalkan (benda mati) kertas ataupun papan yayasan mereka  dengan sangkaan bisa melindungi mereka …. Padahal Alloh berfirman dalam kitabNya yang Mulia :

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لَا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيراً

dan bertawakkAlloh kepada Alloh yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.(Al-Furqoon 58)

هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالاً شَدِيداً
وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ مَّا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُوراً
وَإِذْ قَالَت طَّائِفَةٌ مِّنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِّنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ إِن يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَاراً
وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِم مِّنْ أَقْطَارِهَا ثُمَّ سُئِلُوا الْفِتْنَةَ لَآتَوْهَا وَمَا تَلَبَّثُوا بِهَا إِلَّا يَسِيراً
وَلَقَدْ كَانُوا عَاهَدُوا اللَّهَ مِن قَبْلُ لَا يُوَلُّونَ الْأَدْبَارَ وَكَانَ عَهْدُ اللَّهِ مَسْؤُولاً

Disitulah diuji orang-orang mu’min dan digoncangkan (hatinya) dengan goncangan yang sangat. Dan ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata :”Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada Kami melainkan tipu daya”. Dan ketika segolongan di antara mereka berkata: “Hai penduduk Yatsrib (Madinah) , tidak ada tempat bagimu , Maka Kembalilah kamu”. Dan sebahagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata : “Sesungguhnya rumah-rumah Kami terbuka (tidak ada penjaga)”. dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka , mereka tidak lain hanya hendak lari. kalau diserang dari segala penjuru, kemudian diminta kepada mereka supaya murtad , niscaya mereka mengerjakannya , dan mereka tiada akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam waktu yang singkat . Dan Sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada Allah: “Mereka tidak akan berbalik ke belakang (mundur)”. dan adalah Perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungan jawabnya.(Al-Ahzaab 11-15)

7) Iman terhadap takdir dan keputusan Alloh

Alloh berfirman :

قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلاَّ مَا كَتَبَ اللّهُ لَنَا هُوَ مَوْلاَنَا وَعَلَى اللّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan Alloh untuk kami. Dialah pelindung Kami, dan hanya kepada Alloh orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (At-Taubah 51)

Alloh berfirman :

 أَيْنَمَا تَكُونُواْ يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُواْ هَـذِهِ مِنْ عِندِ اللّهِ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُواْ هَـذِهِ مِنْ عِندِكَ قُلْ كُلًّ مِّنْ عِندِ اللّهِ فَمَا لِهَـؤُلاء الْقَوْمِ لاَ يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثاً

di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan , mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Alloh”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Alloh”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) Hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun? (An-Nisaa’ 78)

ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّن بَعْدِ الْغَمِّ أَمَنَةً نُّعَاساً يَغْشَى طَآئِفَةً مِّنكُمْ وَطَآئِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِاللّهِ غَيْرَ الْحَقِّ ظَنَّ الْجَاهِلِيَّةِ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ الأَمْرِ مِن شَيْءٍ قُلْ إِنَّ الأَمْرَ كُلَّهُ لِلَّهِ يُخْفُونَ فِي أَنفُسِهِم مَّا لاَ يُبْدُونَ لَكَ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ الأَمْرِ شَيْءٌ مَّا قُتِلْنَا هَاهُنَا قُل لَّوْ كُنتُمْ فِي بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ الَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ إِلَى مَضَاجِعِهِمْ وَلِيَبْتَلِيَ اللّهُ مَا فِي صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحَّصَ مَا فِي قُلُوبِكُمْ وَاللّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

kemudian setelah kamu berdukacita , Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu , sedang segolongan lagi (orang-orang yang ragu) telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri , mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah . mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?” . Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”. mereka Menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini , niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini”. Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu , niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu . Allah Maha mengetahui isi hati. (Ali ‘Imron 154)

Berkata IbnulQoiyym –rohimahulloh- :
 berkata para Mufassirin (Ahlittafsir) : sesungguhya sangkaan mereka yang batil tersebut adalah mendustakan takdir ,  dan sangkaan mereka (adalah) seandainya mereka ada campur tangan dalam perkara tersebut dan rosululloh serta para sahabat mengikuti dan mendengarkan  mereka , maka tidak akan terbunuh , dan sungguh kemenangan dan pertolongan bagi mereka , maka Alloh Azza wa Jalla mendustakan sangkaan yang bathil ini yaitu sangkaan jahiliyyah ….(lihat zaadulma’aad 212)

8) Meninggikan dan memuliakan agama Alloh dan merendahkan agama kekufuran , meninggikan kebenaran dan menjatuhkan kebathilan

Alloh berfirman :

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلّه فَإِنِ انتَهَوْاْ فَإِنَّ اللّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Alloh jika mereka berhenti (dari kekafiran), Maka Sesungguhnya Alloh Maha melihat apa yang mereka kerjakan.(Al-Anfaal 39)

Alloh berfirman :

وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتِيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللّهُ أَن يُحِقَّ الحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ
لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ

dan (ingatlah), ketika Alloh menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu , sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekekuatan senjatalah yang untukmu , dan Alloh menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir , agar Alloh menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.(Al-Anfaal 7-8)

Alloh Ta’ala berfirman :

قَاتِلُواْ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَلاَ يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُواْ الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Alloh dan tidak (pula) kepada hari Kemudian , dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Alloh dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (islam), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka , sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk.(At-Taubah 29)

Sungguh jihad yang berlangsung di Dammaj adalah sebagai bukti nyata  hal ini , mengapa tidak ?! Pondok pesantren  Ahlussunnah sebagai Markaz Induk Ahlussunnah dunia semakin harum nama-nya. Berita yang mendunia menceritakan keberanian , kekokohan dan keistiqomahan[3] para santri-santri pondok pesantren tersebut dengan seorang pemimpin yang sabar lagi bijak ‘alim dan bertaqwa, mampu memukul mundur serangan syiah rofidhoh yang bersenjatakan lengkap dan dipersiapkan bertahun-tahun lamanya dengan izin dan pertolongan Alloh Ta’ala . Dimana para santri hanya memiliki pena dan kitab .

بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Maka Dialah(Alloh) Sebaik-baik pelindung dan sebaik- baik penolong.(Al-Hajj 78)

9) Alloh menampakkan keajaibannya yang luar biasa , kemenangan bukanlah disebabkan jumlah dan perlengkapan serta keberaniaan akan tetapi dari Alloh…

Alloh berfirman :

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللّهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍ فَمَن شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلاَّ مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ فَشَرِبُواْ مِنْهُ إِلاَّ قَلِيلاً مِّنْهُمْ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ قَالُواْ لاَ طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنودِهِ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُو اللّهِ كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللّهِ وَاللّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata : “Sesungguhnya Alloh akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya ,  bukanlah ia pengikutku . dan Barangsiapa tidak meminumnya , kecuali menceduk seceduk tangan , Maka Dia adalah pengikutku .” kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka . Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama Dia telah menyeberangi sungai itu , orang-orang yang telah minum berkata : “Tak ada kesanggupan Kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya .” orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Alloh , berkata : “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Alloh . dan Alloh beserta orang-orang yang sabar .” (Al-Baqoroh 249)

. إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ الْمَلآئِكَةِ مُرْدِفِينَ
وَمَا جَعَلَهُ اللّهُ إِلاَّ بُشْرَى وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ وَمَا النَّصْرُ إِلاَّ مِنْ عِندِ اللّهِ إِنَّ اللّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّن السَّمَاء مَاء لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الأَقْدَامَ

(ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Robb kamu , lalu dikabulkannya bagimu : “Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut”. dan Alloh tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu) , melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya . dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Alloh . Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(ingatlah), ketika Alloh menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya , dan Alloh menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaithon dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu) (Al-Anfaal 9-11)

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئاً وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ
ثُمَّ أَنَزلَ اللّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَنزَلَ جُنُوداً لَّمْ تَرَوْهَا وَعذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَذَلِكَ جَزَاء الْكَافِرِينَ

Sesungguhnya Alloh telah menolong kamu (orang-orang beriman)di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, Yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), Maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun , dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu , kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai. kemudian Alloh menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang yang beriman , dan Alloh menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Alloh menimpakan bencana kepada orang- orang yang kafir , dan Demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.(At-Taubah 25-26)

إِن تَسْتَفْتِحُواْ فَقَدْ جَاءكُمُ الْفَتْحُ وَإِن تَنتَهُواْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَإِن تَعُودُواْ نَعُدْ وَلَن تُغْنِيَ عَنكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئاً وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ

jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan , Maka telah datang keputusan kepadamu , dan jika kamu berhenti Maka Itulah yang lehih baik bagimu , dan jika kamu kembali , niscaya Kami kembali (pula) dan angkatan perangmu walaupun banyak sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahayapun , dan Sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang beriman.(Al-Anfaal 19)

berkata Al-Imam Muslim bin Hajjaaj –rohimahulloh- dalam kitab shohiih-nya :

وَحَدَّثَنِى أَبُو الطَّاهِرِ أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ سَرْحٍ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِى يُونُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِى كَثِيرُ بْنُ عَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ قَالَ قَالَ عَبَّاسٌ شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ حُنَيْنٍ فَلَزِمْتُ أَنَا وَأَبُو سُفْيَانَ بْنُ الْحَارِثِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَلَمْ نُفَارِقْهُ وَرَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى بَغْلَةٍ لَهُ بَيْضَاءَ أَهْدَاهَا لَهُ فَرْوَةُ بْنُ نُفَاثَةَ الْجُذَامِىُّ فَلَمَّا الْتَقَى الْمُسْلِمُونَ وَالْكُفَّارُ وَلَّى الْمُسْلِمُونَ مُدْبِرِينَ فَطَفِقَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَرْكُضُ بَغْلَتَهُ قِبَلَ الْكُفَّارِ قَالَ عَبَّاسٌ وَ أَنَا آخِذٌ بِلِجَامِ بَغْلَةِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَكُفُّهَا إِرَادَةَ أَنْ لاَ تُسْرِعَ وَأَبُو سُفْيَانَ آخِذٌ بِرِكَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَىْ عَبَّاسُ نَادِ أَصْحَابَ السَّمُرَةِ ». فَقَالَ عَبَّاسٌ وَكَانَ رَجُلاً صَيِّتًا فَقُلْتُ بِأَعْلَى صَوْتِى أَيْنَ أَصْحَابُ السَّمُرَةِ قَالَ فَوَاللَّهِ لَكَأَنَّ عَطْفَتَهُمْ حِينَ سَمِعُوا صَوْتِى عَطْفَةُ الْبَقَرِ عَلَى أَوْلاَدِهَا. فَقَالُوا يَا لَبَّيْكَ يَا لَبَّيْكَ – قَالَ – فَاقْتَتَلُوا وَالْكُفَّارَ وَالدَّعْوَةُ فِى الأَنْصَارِ يَقُولُونَ يَا مَعْشَرَ الأَنْصَارِ يَا مَعْشَرَ الأَنْصَارِ قَالَ ثُمَّ قُصِرَتِ الدَّعْوَةُ عَلَى بَنِى الْحَارِثِ بْنِ الْخَزْرَجِ فَقَالُوا يَا بَنِى الْحَارِثِ بْنِ الْخَزْرَجِ يَا بَنِى الْحَارِثِ بْنِ الْخَزْرَجِ. فَنَظَرَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَهُوَ عَلَى بَغْلَتِهِ كَالْمُتَطَاوِلِ عَلَيْهَا إِلَى قِتَالِهِمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « هَذَا حِينَ حَمِىَ الْوَطِيسُ ». قَالَ ثُمَّ أَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حَصَيَاتٍ فَرَمَى بِهِنَّ وُجُوهَ الْكُفَّارِ ثُمَّ قَالَ « انْهَزَمُوا وَرَبِّ مُحَمَّدٍ ». قَالَ فَذَهَبْتُ أَنْظُرُ فَإِذَا الْقِتَالُ عَلَى هَيْئَتِهِ فِيمَا أَرَى – قَالَ – فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلاَّ أَنْ رَمَاهُمْ بِحَصَيَاتِهِ فَمَا زِلْتُ أَرَى حَدَّهُمْ كَلِيلاً وَأَمْرَهُمْ مُدْبِرًا

Menceritakan kepadaku Abu Thohir Ahmad bin ‘Amr bin sarh mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihaab berkata : menceritakan kepadaku Kastiir bin ‘Abbas bin ‘Abdul muth-tholib berkata ‘Abbas –rodhiyallohu ‘anhu-  berkata : saya menyaksikan bersama Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- pada hari (perang) Hunain , maka saya dan Abu Sufyan bin Al-Harist terus bersama Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam-dan kamipun tidak-lah meninggalkan-nya. Ia berada diatas keledai peranakan kuda berwana putih-nya yang dihadiahkan oleh Farwah bin Nufastah Al-Judzaamy. Ketika  kaum muslimin berjumpa dengan orang-orang kafir , kaum muslimin-pun  lari mundur maka Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- menggirin keledai-nya kearah orang-orang kafir. Berkata ‘Abbas : dan saya memegang  tali keledainya serta menahannya agar tidak berjalan cepat , dan Abu Sufyan memegang Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam-. Kemudian Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda : wahai ‘Abbas panggil-lah Ashabussamuroh , maka ‘Abbas berkata dan ia adalah seorang yang keras suaranya : sayapun memanggil dengan sekeras suaraku ‘manakah Ashabussamuroh?’ Demi Alloh seakan-akan pembelaan mereka ketikamendengarkan suaraku bagaikan pembelaan induk sapi terhadap anaknya . mereka berkata kami menjawabmu , kami menjawabmu. Maka mereka-pun berperang melawan orang-orang kafir . Kemudian seruan terhadap orang-orang Anshor mereka (ashabussamuroh) mengatakan “wahai orang-orang Anshor!! wahai orang-orang Anshor!!” kemudian seruan kepada suku Khozroj , mereka mengatakan “wahai suku khozroj !! wahai suku khozroj !!” kemudian Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- memandang sedangkan ia berada diatas keledainya bagaikan orang yang hendak menggiringnya untuk memerangi mereka kemudian Rosululloh  –shollallohu ‘alaihi wa sallam- berkata : inilah saat-saat kerasnya peperangan. Maka Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- mengambil batu-batu kerikil kemudian melemparkannya kearah wajah orang-orang kafir dan berkata : “takluk-lah demi Robb Muhammad” saya(‘Abbas)pun melihat peperangan sebagaimana keadaannya , tetapi demi Alloh ketika mereka dilempari dengan kerikil-kerikil tersebut saya melihat kekuatan mereka semakin melemah dan berlari mundur.

Dalam hadist yang lain disebutkan :

قَبَضَ قَبْضَةً مِنْ تُرَابٍ مِنَ الأَرْضِ ثُمَّ اسْتَقْبَلَ بِهِ وُجُوهَهُمْ فَقَالَ « شَاهَتِ الْوُجُوهُ ». فَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْهُمْ إِنْسَانًا إِلاَّ مَلأَ عَيْنَيْهِ تُرَابًا بِتِلْكَ الْقَبْضَةِ فَوَلَّوْا مُدْبِرِينَ فَهَزَمَهُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَقَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- غَنَائِمَهُمْ بَيْنَ الْمُسْلِمِينَ.

Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- menggenggam segenggam tanah kemudian mengarahkannya kepada wajah-wajah mereka dan berkata : “ wajah-wajah yang buruk “ maka tidak-lah Alloh  menciptakan seorang manusia-pun diantara mereka kecuali matanya terpenuhi dengan tanah genggaman itu , maka mereka lari dan Alloh mengalahkan mereka , kemudian Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- membagi-bagikan harta ghonimah antara kaum muslimin. (HR Muslim)

Jumlah dan perlengkapan bukan-lah sumber kemenangan . akan tetapi Alloh-lah yang memberikan pertolongan .

Alloh Azzawa Jalla berfirman :

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَـكِنَّ اللّهَ قَتَلَهُمْ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَـكِنَّ اللّهَ رَمَى وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلاء حَسَناً إِنَّ اللّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Alloh-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Alloh-lah yang melempar (Al-Anfaal 17)

Suatau keajaiban yang luar biasa yang Alloh nampakkan kepada kita pada jihad di Dammaj , santri-santri Ahlussunnah terkepung selama 2 bulan tanpa bahan makanan dan  persenjataan , mampu memukul mundur kafir rofidhoh dan terkalahkan , biidznillah ! wa laa haula wa laa quwwata illa billah.

Dan orang yang memiliki sedikit wawasan tentang siroh peperangan Nabi dan para sahabat akan memahami perkara ini dengan jelas wal-hamdulillah.

10) Menghinakan dan menakut-nakuti musuh-musuh Alloh

Alloh Azza wa Jalla berfirman :

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ
وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ وَيَتُوبُ اللّهُ عَلَى مَن يَشَاءُ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

perangilah mereka, niscaya Alloh akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Alloh akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka , serta melegakan hati orang-orang yang beriman. dan menghilangkan panas hati orang-orang mu’min. dan Alloh menerima taubat orang yang dikehendakiNya. Alloh Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. ( At-Taubah 14-15)

Alloh berfirman :

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَـكِنَّ اللّهَ قَتَلَهُمْ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَـكِنَّ اللّهَ رَمَى وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلاء حَسَناً إِنَّ اللّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
ذَلِكُمْ وَأَنَّ اللّهَ مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ

Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Alloh-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar , tetapi Alloh-lah yang melempar. (Alloh berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mu’min , dengan kemenangan yang baik . Sesungguhnya Alloh Maha mendengar lagi Maha mengetahui . Itulah (karunia Alloh yang dilimpahkan kepadamu), dan Sesungguhnya Alloh melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir . (Al-Anfaal 17-18)

Alloh juga berfirman :

إِنَّ اللّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَـذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut , disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu . dan tempat kembali mereka ialah neraka , dan Itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim.(Ali ‘Imron 151)

Juga berfirman :

الَّذِينَ آمَنُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُواْ أَوْلِيَاء الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفاً

orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut , sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu , karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. (An-Nisaa’ 76)

11) Mengurangi dan menolak kejahatan musuh – musuh Alloh dengan tampak-nya kekuatan kaum muslimin

Alloh berfirman :

فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللّهِ لاَ تُكَلَّفُ إِلاَّ نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَسَى اللّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَاللّهُ أَشَدُّ بَأْساً وَأَشَدُّ تَنكِيلاً

Maka berperanglah kamu di jalan Alloh , tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri dan Kobarkanlah semangat orang-orang yang beriman (untuk berperang) . Mudah-mudahan Alloh menolak serangan orang-orang yang kafir itu . Alloh Amat besar kekuatan dan Amat keras siksaan(Nya).(An-Nisaa’ 84)

Alloh  Jalla wa ‘Ala berfirman :

وَالَّذينَ كَفَرُواْ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ إِلاَّ تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (orang-orang beriman) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Alloh itu , niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. (Al-Anfaal 73)

Perintah Alloh yang dimaksud dalam ayat diatas adalah pada ayat sebelumnya :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ آوَواْ وَّنَصَرُواْ أُوْلَـئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يُهَاجِرُواْ مَا لَكُم مِّن وَلاَيَتِهِم مِّن شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُواْ وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلاَّ عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَاقٌ وَاللّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Alloh dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi dan (terhadap) orang-orang yang beriman , tetapi belum berhijrah , Maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka , sebelum mereka berhijrah . (akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama , Maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada Perjanjian antara kamu dengan mereka . dan Alloh Maha melihat apa yang kamu kerjakan. ( Al-Anfaal 72)

Oleh karena itu kita dilarang untuk lemah dihadapan mereka dan wajib menampakkan kekuatan ,

Alloh berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ قَاتِلُواْ الَّذِينَ يَلُونَكُم مِّنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُواْ فِيكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Wahai  orang-orang yang beriman , perangilah orang-orang kafir yang ada di sekitar kamu , dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu , dan ketahuilah , bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa . (At-Taubah 123)

Alloh juga berfirman :

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.(Ali ‘imron 139)

juga berfirman :

وَلاَ تَهِنُواْ فِي ابْتِغَاء الْقَوْمِ إِن تَكُونُواْ تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللّهِ مَا لاَ يَرْجُونَ وَكَانَ اللّهُ عَلِيماً حَكِيماً

janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula) , sebagaimana kamu menderita , sedang kamu mengharap dari  Allah apa yang tidak mereka harapkan . dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.(An-Nisaa’104)

12) Memuliakan wali-wali-nya dengan syahadah , ghoniimah , dan pahala yang besar

Alloh Azza wa Jalla berfirman :

 قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلاَّ إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَن يُصِيبَكُمُ اللّهُ بِعَذَابٍ مِّنْ عِندِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا فَتَرَبَّصُواْ إِنَّا مَعَكُم مُّتَرَبِّصُونَ

Katakanlah : “tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi Kami , kecuali salah satu dari dua kebaikan . dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Alloh akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya . maka tunggulah , Sesungguhnya Kami menunggu-nunggu bersamamu .”( At-Taubah 52)

Alloh berfirman :

إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُ وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاء وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka , Maka Sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa . dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran) , dan supaya Alloh membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’ dan Alloh tidak menyukai orang-orang yang zalim (Ali ‘Imron 140)

Nabi–shollallohu ‘alaihi wa sallam-  bersabda :

إن في الجنة مائة درجة أعدها الله للمجاهدين في سبيل الله ما بين الدرجتين كما بين السماء والأرض

Sesungguhnya di surga ada seratus derajat yang Alloh persiapkan bagi Mujahidin di jalan Alloh antara dua derajat bagaikan antara langit dan bumi. HR Al-Bukhory dari Abu Huroiroh –rodhiyallohu ‘anhu-

Dan  Nabi–shollallohu ‘alaihi wa sallam-  bersabda :

تَضَمَّنَ اللَّهُ لِمَنْ خَرَجَ فِى سَبِيلِهِ لاَ يُخْرِجُهُ إِلاَّ جِهَادًا فِى سَبِيلِى وَإِيمَانًا بِى وَتَصْدِيقًا بِرُسُلِى فَهُوَ عَلَىَّ ضَامِنٌ أَنْ أُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ أَرْجِعَهُ إِلَى مَسْكَنِهِ الَّذِى خَرَجَ مِنْهُ نَائِلاً مَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ. وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ مَا مِنْ كَلْمٍ يُكْلَمُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَهَيْئَتِهِ حِينَ كُلِمَ لَوْنُهُ لَوْنُ دَمٍ وَرِيحُهُ مِسْكٌ

Alloh menjanjikan kepada siapa yang keluar dijalan –Nya dia tidak keluar kecuali untuk berjihad dijalan-Ku , beriman kepada-Ku , mempercayai rosul-rosul-Ku , Maka saya menjanjikannya untuk saya masukkan ke dalam surga , atau Aku kembalikan ke kediaman-nya yang ia keluar darinya dengan mendapatkan apa yang ia raih dari pahala ataupun ghoniimah . Dan demi yang ditangan-Nya jiwa Muhammad  , tidak ada satu luka terluka dijalan Alloh kecuali akan datang di hari kiamat dalam keadaan terluka , warnanya warna darah baunya bau misik . HR Muslim

Dan Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

ما اغبرت قدما عبد في سبيل الله فتمسه النار

Tidaklah berdebu kaki seorang hamba di jalan Alloh  tersentuh oleh api neraka. HR.Al-Bukhory

Dan Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

عينان لا تسمهما النار عين بكت من خشية الله وعين باتت تحرس في سبيل الله

Dua mata yang tidak akan tersentuh oleh api neraka , mata yang menangis karena takut kepada Alloh dan mata yang berjaga-jaga (malam hari) di jalan Alloh (HR. At-tirmaidzy dari ‘Abdulloh bin ‘Abbas-rodhiyallohu ‘anhu-)

Dan pahala-pahala yang diraih oleh seorang yang berjihad dijalan Alloh sangatlah banyak terbunuh atau tidak dapat dilihat pada bab-bab pembahasannya.

 Dan diantara hikmah jihad adalah sebagai sebab hidayah

Alloh Azza wa Jalla berfirman :

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
dan orang-orang yang berjihad untuk Kami , benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami . dan Sesungguhnya Alloh benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik . (Al-‘Ankabut 69 )

Sebab cinta Alloh

Alloh berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman , Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya , Maka kelak Alloh akan mendatangkan suatu kaum yang Alloh mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya , yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang beriman , yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir , yang berjihad dijalan Alloh , dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Alloh , diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya , dan Alloh Maha Luas , lagi Maha mengetahui (Al-Maaidah 54)

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفّاً كَأَنَّهُم بُنيَانٌ مَّرْصُوصٌ

Sesungguhnya Alloh menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (Ash-shoff 4)

Kemenangan dan keberuntungan dunia dan akhirat

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Wahai orang-orang yang beriman , bertakwalah kepada Alloh dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya , dan berjihadlah di jalan-Nya , supaya kamu mendapat keberuntungan . (Al-maaidah 35 )

الَّذِينَ آمَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ اللّهِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Alloh dengan harta benda dan diri mereka , adalah lebih Tinggi derajatnya di sisi Alloh , dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (At-Taubah 20)

Dan inilah sebagian yang Alloh mudahkan penyebutannya semoga bermanfaat bagi saya dan juga yang membacanya ,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

diwajibkan atas kamu berperang , Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu , Padahal ia Amat baik bagimu , dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu , Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(Al-Baqoroh 216)

[1] Adapun fatwa tentang jihad syar’I di Yaman Dammaj , telah beredar dari ulama’ dan selainnya , maka tidakkah kamu ikut ?!!

[2] Diantaranya Asy-Syaikh Robi’ dan mengajak seluruh Ahlussunnah secara menyeluruh ! bukankah yang tidak menjalankannya perlu dipertanyakan?!! Yaitu tentang kebenaran pengakuannya! Ataukah mereka hendak menampakkan jati diri mereka yang sebenarya dengan berdiam yang menunjukkan kebenciannya terhadap sunnah  , markaz sunnah dan ahlissunnah ! Nabi bersabda :–shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda :

انصر أخاك ظالما أو مظلوما

Tolonglah saudaramu yang menzalimi dan yang dizalimi (HR. Al-Bukhory dari Anas dan Muslim dari Jabir semakna dengannya)

Dan juga bersabda :

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Seorang mukmin terhadap seorang mukmin yang lainnya bagaikan bangunan , saling menguatkan antara satu sama lainnya (HR. Al-Bukhory dan Muslim dari Abu Musa –rodhiyallohu ‘anhu-)

Nabi bersabda :

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ.

Seorang muslim adalah saudara seorang muslim yang lain , tidaklah ia mezaliminya , membiarkannya (tampa pertolongan) dan tidaklah ia  menghinakannya .(HR Al-Bukhory dan Muslim dan ini lafazh nya dari Abu Huroiroh-rodiyallohu ‘anhu-)

Ataukah mereka …… bukan yang Nabi gambarkan dalam hadist-hadist ini ?!!

[3] Juga menjelaskan kedustaan murid durhaka dzulakmal (dzunnaqooish) batam , ia menyebarkan berita bahwa Asy-syaikh Muhammad bin Hady mengatakan Asy-Syaikh Yahya-semoga Alloh menjaga mereka berdua- ‘Haddady’ dan Asy-Syaikh Muhammad telah mendustakan hal ini dan tidak pernah sedikitpun mengatakannya. Dan dari kedurhakaannya , ketika ia mentakwil-kan fatwa Asy-syaikh Robi’ bahwa yang dimaksud salafy hanya santri-santri Dammaj bukan Syaikh-nya . Tentu dari aqidah Shohiihah tidak boleh-nya mendengar dari ahlul-bid’ah apalagi untuk belajar darinya. Kalau-lah memang Asy-Syaikh Yahya ‘Haddady’ maka mengapa tidak ditinggalkan oleh mereka yang direkomendasi oleh Asy-Syaikh Robi’ dengan kalimat Salafy ? secara tidak langsung ungkapan ini menggambarkan (menuduh, red) Asy-Syaikh Robi’ tidak tahu aqidah, padahal beliau adalah dari ulama aqidah!!! Akan tetapi pendusta ini hanya bisa menambah kedustaan untuk menutupi kedustaan sebelumnya. Allohul-Musta’an

Sumber.

Iklan

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: