Salafy Hanya Syaikh Yahya Al-Hajuri?

Bismillah, ana ingin bertanya tentang sikap sebagian ikhwah yang menilai Syaikh Yahya Al-Hajuri berpemahaman Haddadiyyah dengan anggapan beliau saja yang Salafi?? Karena keterbatasan informasi mohon jawabannya ustadz, jazakumulloh khoir.
Jawab: Haddadiyyah adalah pemahaman bid’ah yang membabi buta dalam mentabdi’ (memvonis orang sebagai ahli bid’ah) atau ghuluw (melampaui batas) dalam mentahdzir seorang Salafy telah keluar dari kesalafiyyahannya. Pemahaman Haddadiyyah ini diusung oleh Abu Abdillah Mahmud Al-Haddad yang semula aktif menyambangi majelisnya para Ulama namun kemudian menjadi sesat karena terjerumus dalam pemahaman takfiriyyah khawarij.
Kebalikan dari pemahaman Haddadiyyah adalah Sururiyyah yang terlalu longgar dalam menilai si Fulan sebagai Ahlussunnah, si ‘Allan sebagai Salafy. Penggagasnya adalah Muhammad bin Surur. Bahkan tokoh-tokoh ahlul bid’ah acapkali diklaim sebagai Ahlussunnah dengan alasan banyaknya jasa dan kebaikan-kebaikan mereka (seperti membantah Syi’ah dan pemahaman liberal). Padahal kebatilan yang mereka lakukan  juga menyangkut masalah prinsip, mengikuti hawa nafsu dan sama sekali tidak teranggap sebagai mujtahid.
Adapun Manhaj Salafy Ahlussunnah wal Jama’ah dalam perkara tabdi’ atau tahdzir berjalan di atas ilmu dan pemahaman yang benar dan senantiasa merujuk kepada bimbingan para Ulama. Tidak berlaku ifrath (melampaui batas) dan tidak tafrith (bermudah-mudahan).
Perlu diketahui, manhaj Haddadiyyah dan Sururiyyah adalah dua model pemahaman hizbiyyah yang hingga hari ini terus membayang-bayangi dakwah Salafiyyah. Haddadiyyah adalah bentuk lain dari pemahaman takfiriyyah khawarij yang menyelinap di barisan Salafiyyin sedangkan Sururiyyah adalah bentuk lain dari pemahaman bid’ah Ikhwanul Muslimin. Tidak ada yang selamat dari dua model hizbiyyah tersebut kecuali orang-orang yang diberi tawfiq oleh Allah.
Adapun Syaikh Yahya Al-Hajuri adalah seorang Ulama Ahlussunnah. Beliau adalah pengganti Syaikh Al-‘Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i (ahli hadits dari negeri Yaman). Tuduhan yang dialamatkan kepada Syaikh Yahya tidaklah benar, bahkan beliau sendiri telah membantahnya dan mendudukkannya secara ilmiyyah sebagaimana ulasannya yang akan kami sampaikan berikut ini.

Syaikh Yahya berkata:

البلاد اليمنية فيها خير كثير من السلفيين وربي إي والله، اذهبوا إلى قرية من القرى أو مدينة من المدن ربما تجدون فيها مسجدا سلفيا، دعوة سلفية تقل و تكثر ما من بلد إلا و فيه خير وهذا خير والله لا يحقر يا شيخ -وفقك الله- هذا يصب مصب النعمة والفضل لله سبحانه وتعالى ثم لأهل السنة جميعا وأنت منهم،العلماء قبلك و بعدك، الباز، الألباني، العثيمين، الفوزان، العباد شيخنا رحمه الله، سائر أهل العلم، وسائر أهل السنة الدعاة إلى السلفية، هذه من ثمار دعوتهم، لا يحقر هذا الخير، ويقال ما إلا هذا وما فيه إلا هذا من أجل هذا التحريش
“Negeri Yaman di dalamnya ada banyak Salafiyyin, demi Rabbku, demi Allah! Pergilah kalian ke satu desa dari desa-desa yang ada, atau satu kota dari kota-kota yang ada, maka kalian akan menjumpai masjid Salafy. Tidaklah dakwah Salafiyyah tersebar di suatu negeri baik sedikit maupun banyak, melainkan pasti ada kebaikan padanya. Demi Allah, ini adalah kebaikan, jangan dianggap remeh wahai Syaikh -semoga Allah memberi engkau tawfiq–. Ini adalah suatu kenikmatan, dan keutamaan hanya milik Allah subhaanahu wa ta’ala. Kemudian bagi Ahlussunnah seluruhnya, termasuk Anda (yakni Syaikh Rabi’ Al-Madkhali) di antara mereka. Baik Ulama yang datang sebelum Anda atau setelahnya, semisal bin Baz, Al-Albani, Al-Utsaimin, Al-Fawzan, Al-‘Abbad, Syaikh kami semoga Allah merahmati beliau, dan seluruh para Ulama, seluruh Ahlussunnah yang menyeru kepada manhaj Salafiyyah, semua ini adalah buah dari dakwah mereka. Kebaikan ini janganlah dianggap remeh. Jika dikatakan, tidak ada kecuali ini dan tidak ada di dalamnya kecuali itu, semua itu diupayakan dalam rangka memecah belah!” (An-Nushhur Rafi’ Lil Walid Al-‘Allamah As-Syaikh Rabi’, bagian 2, hal. 17&18 – nasehat ini belum lama beredar)
Syaikh Yahya juga tidak menyukai istilah “pengikut-pengikut Yahya” (seperti Hajuriyyun atau Hajawirah), karena beliau menegaskan kita semua sesungguhnya pengikut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (Idem, hal. 18)
Syaikh Yahya juga tidak suka disebut “Imam Ats-Tsaqalain” (Imamnya manusia dan jin), ungkapan seperti itu bukan berasal dari saya dan saya sama sekali tidak meyakininya. Ungkapan itu datang dari seorang penyair yang tergelincir lisannya dan ia telah ruju’ dari ucapannya itu. Kami katakan bahkan Khawarij pun taubatnya diterima, “Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan dari kesalahan-kesalahan dan Dia Mahamengetahui apa yang kalian perbuat.” As-Syura: 25 (Idem, hal 15 & 19)
Adapun sebutan “An-Nashihul Amin” (penasehat yang terpercaya), maka kalimat itu berasal dari Syaikh Muqbil karena baik sangkanya beliau terhadap saya, sedang segala pujian hanya bagi Allah semata. Semoga Allah memberi tawfiq kepada saya agar senantiasa menyampaikan nasehat kepada kaum Muslimin, dan saya memohon kepada Allah agar menjadi orang yang bisa dipercaya dalam mengemban amanah. Akan tetapi, saya tidak menyukai sikap berlebih-lebihan, saya sudah sering katakan kepada orang, ” Ya akhi! Hapuslah tulisan itu, saya tidak mau dengan ungkapan seperti itu, saya tidak menyukainya.” Kendati demikian, istilah “An-Nashihul Amin” telah dilisankan oleh para Ulama. Al-Hafidzh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani berkata, “Tidak boleh mena’bir mimpi kecuali dari orang yang ‘alim, nashihun amin..”, Abu Nu’aim dalam “Al-Hilyah” ketika menyebut At-Tustari, “Beliau seorang yang “Nashihan Aminan”.” (Idem, hal. 16)
Dan masih banyak lagi tuduhan maupun kesimpangsiuran yang dialamatkan kepada beliau. Termasuk tuduhan tidak mau mendoakan rahmat atas wafatnya Syaikh Muhammad Al-Wushabi!; sebagaimana yang pernah kami singgung sebelumnya. Dan Syaikh Yahya menegaskan, semua sikap ghuluw (melampaui batas) jika terbukti ada pada beliau, maka beliau tidak segan-segan akan meninggalkannya karena Allah. Siapapun dia wajib meninggalkannya.
Cukuplah perkataan Syaikh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i bagi kita untuk mengenal siapa Syaikh Yahya Al-Hajuri:
فقد قرئ علي شطر رسالة ((السفر)) لأخينا في الله الشيخ الفاضل، التقي الزاهد، المحدث الفقيه أبي عبدالرحمن يحيى بن علي الحجوري حفظه الله
“Sungguh telah dibacakan kepada Saya (Syaikh Muqbil) sebagian dari risalah safar yang telah ditulis oleh saudara kita di jalan Allah, Asy-Syaikh Al-Fadhil, Az-Zahid, Al-Muhaddits, Al-Faqih Abu Abdirrahman Yahya bin ‘Ali Al-Hajuri semoga Allah menjaga beliau.” (Muqaddimah Kitab “Dhiya’us Salikin” Syaikh Yahya Al-Hajuri)
Perhatikan kalimat Syaikh, Al-Muhaddits, Al-Faqih, yang menunjukkan Syaikh Yahya adalah seorang ahli hadits dan ahli fiqh. Bukan sekedar mengatakan “Syaikh Fulan”, atau “Termasuk Da’i Kibar (senior) wilayah Indonesia” seperti yang digadang-gadang oleh sebagian orang. Padahal sebagian Massyayikh belum mengenal persis jati diri orang ini yang gampang berubah sikapnya dalam mencela dan memuji seseorang. Bahkan orang jahil lagi fattan (ahli fitnah)  pun pernah dipujinya sebagai sosok Salafy dan pembela sunnah. Macam inikah orang yang dianggap faqih?! Allahul musta’an.
Pujian atas kelimuan Syaikh Yahya juga disampaikan oleh Syaikh Muhammad Al-Imam:
“Di zaman ini, tidaklah pantas untuk melakukan “Al-Jarh wat Ta’dil” kecuali Syaikh Rabi’ dan Syaikh Yahya.” (Syaikh Yahya Fi Suthur wa Makanatihi ‘indal Imam Al-Wadi’i hal 5)
Dan sesungguhnya masih banyak lagi pujian para Ulama terhadap Syaikh Yahya Al-Hajuri hafidzhahullah yang belum kami nukilkan di sini.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita sehingga melihat al-haq sebagai al-haq dan memberi petunjuk kepada kita untuk mengikutinya, serta melihat al-batil sebagai kebatilan dan memberi petunjuk kepada kita untuk menjauhinya.

Nasehat kami, jadilah Salafy karena Allah, ikhlas semata-mata mengharapkan keridhaan Allah. Dan hendaklah setiap kita menyibukkan diri dengan ilmu dan manhaj yang benar serta berusaha merujuk kepada para Ulama sambil tetap waspada dari fitnah percekcokan maupun makar hizbiyyah, wa billahit tawfiq.
Fikri Abul Hasan http://manhajul-haq.blogspot.co.id/2015/07/salafy-hanya-syaikh-yahya-al-hajuuri.html
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: